Sunday, June 13, 2010

IFRS FOR SME’s STUDI PERBANDINGAN DENGAN GAAP

Oleh :

Tisna Putri Utami C1C007015

Maginta Sari C1C007016

Kristanti Dewi C1C007044

Catur Aan Setiawan C1C007103


BAB I

PENDAHULUAN

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada hari Selasa, 23 Desember 2008 dalam rangka Ulang tahunnya ke-51 mendeklarasikan rencana Indonesia untuk convergence terhadap International Financial Reporting Standards (IFRS) dalam pengaturan standar akuntansi keuangan. Pengaturan perlakuan akuntansi yang konvergen dengan IFRS akan diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan entitas yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Hal ini diputuskan setelah melalui pengkajian dan penelaahan yang mendalam dengan mempertimbangkan seluruh risiko dan manfaat konvergensi terhadap IFRS.

International Financial Reporting Standards (IFRS) dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultatif internasional dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyediakan waktu cukup dan didukung dengan masukan literatur dari ratusan orang dari berbagai displin ilmu dan dari berbagai macam jurisdiksi di seluruh dunia.

Dengan telah dideklarasikannya program konvergensi terhadap IFRS ini, maka pada tahun 2012 seluruh standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.

Dewan standar akuntansi keuangan pada kesempatan ini juga akan menerbitkan Eksposur draft Standar Akuntansi Keuangan Usaha Kecil dan Menengah. Standar UKM ini akan menjadi acuan bagi usaha kecil dan menenggah dalam mencatat dan membukukan semua transaksinya.


BAB II

PEMBAHASAN

IFRS untuk UKM ini dimaksudkan untuk diterapkan untuk tujuan umum laporan keuangan entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik. IFRS untuk UKM adalah standar berisi kurang dari 230 halaman, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan usaha kecil dan menengah (UKM), yang lebih dari 95 persen dari semua perusahaan di seluruh dunia.

Tujuan umum laporan keuangan entitas kecil menengah adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan entitas itu, kinerja dan arus kas yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi oleh berbagai pengguna yang tidak dalam posisi untuk permintaan pelaporan disesuaikan untuk mengenai kebutuhan informasi mereka. Bagian 3 Penyajian Laporan Keuangan mengatur persyaratan umum untuk penyajian laporan keuangan. Bagian 5 Laporan Laba Rugi Komprehensif menentukan persyaratan penyajian kinerja keuangan suatu entitas untuk periode yang bersangkutan. Ini memberikan pilihan kebijakan akuntansi antara menampilkan total pendapatan komprehensif dalam sebuah pernyataan tunggal atau dalam dua laporan terpisah. Ini menentukan item baris yang akan disajikan dalam laporan keuangan tersebut dan melarang presentasi atau deskripsi dari setiap item pendapatan atau beban luar biasa item sebagai extraordinary item. Itu juga mensyaratkan penyajian analisis biaya dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan baik sifat biaya atau fungsi beban di dalam entitas, mana yang memberikan informasi

yang dapat diandalkan dan lebih relevan


Kesimpulan

International Financial Reporting Standards (IFRS) dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultatif internasional dari seluruh penjuru dunia. IFRS untuk UKM ini dimaksudkan untuk diterapkan untuk tujuan umum laporan keuangan entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik. IFRS untuk UKM adalah sebuah modifikasi dan penyederhanaan IFRS penuh ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan perusahaan swasta pengguna dan meringankan beban pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan swasta melalui pendekatan biaya-manfaat. IFRS untuk UKM adalah global mandiri akuntansi dan standar pelaporan keuangan yg berlaku bagi tujuan umum laporan keuangan, dan pelaporan keuangan lainnya oleh entitas yg dibanyak negara dikenal sebagian kecil dan menengah entitas. Tujuan umum laporan keuangan entitas kecil menengah adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan entitas itu, kinerja dan arus kas yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi oleh berbagai pengguna yang tidak dalam posisi untuk permintaan pelaporan disesuaikan untuk mengenai kebutuhan informasi mereka.


DAFTAR PUSTAKA


http://google.com

http://scribd.com

http://ececilia.blogspot.com

http://ifrs.com

No comments:

Post a Comment